Laman

Senin, 06 Februari 2012

Tugas 3 Wide Area Network

Mengenal Lebih Dekat
Jaringan Wide Area Network (WAN)

Mata Kuliah Jaringan Informasi Digital
Program Studi D3 Perpustakaan
Universitas Negeri Malang
Dosen Pembimbing : Moh. Syafii, S.Kom

Oleh
Kelompok 7:

Puspita Juni                 (100213300538)
Refiana Nur Solecha    (100213306147)
Sri Juwita M                (100213300533)
Widiah Ayuarti             (100213306155)
Winda Hanifa              (100213300537)


          Sebelumnya membahas jaringan WAN, mari kita pelajari lebih dahulu pengertian jaringan komputer. Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah membagi sumber daya, contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memory, harddisk. Komunikasi, contohnya e-mail/ surat elektronik,instan messaging, chatting. Akses informasi, contohnya web browsing. Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server).

Ilustrasi Jaringan Komputer

Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas jaringan WAN, kami membaginya menjadi delapan sub topik, yakni:

A.    Sekilas Perkembangan Jaringan Komputer
B.    Teknologi Wide Area Network (WAN)
C.    Wide Area Network (WAN)
D.    Topologi Jaringan WAN
E.    Infrastruktur dan Komponen Pembentuk Jaringan WAN
F.    Protokol Jaringan WAN
G.    Kelebihan dan Kelemahan Jaringan WAN
H.    Implementasi Jaringan WAN di Indonesia Beserta Contohnya

Berikut ini pembahasannya.

A. SEKILAS PERKEMBANGAN JARINGAN KOMPUTER

          Di tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai beragam sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar jaringan komputer model TSS) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan (network) komputer pada lapis aplikasi.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

Jaringan komputer model TSS.

          Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA, 1967 disain awal dari ARPAnet diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar pengembangan ARPAnet dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini dikenal dengan nama ARPAnet).

Jaringan komputer model distributed processing

          Jaringan komputer model distributed processing, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara seri untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara paralel disetiap host komputer. Pada proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
          Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam, dari mulai menangani proses bersama-sama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) tanpa melalui kendali komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan satu sama lain, hingga terbentuklah jaringan raksasa WAN.


B. TEKNOLOGI WIDE AREA NETWORK (WAN)

          Sebagian besar, teknologi jaringan area luas (WAN) memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan kerabat LAN-nya, dalam aspek berikut ini:
•    Teknologi ini dirancang untuk digunakan oleh para pengelola layanan telekomunikasi (carrier)-yang seringkali harus menangani puluhan ribu pelanggan- sehingga ukuran dan kompleksitasnya dengan mudah dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
•    Spesifikasi untuk lapisan fisik tipikalnya memiliki jarak maksimum antara 2 hingga 40 mil.
•    Spesifikasinya mendefinisikan beragam kecepatan data, mulai dari 56 Kbps hingga 10Gbps.
•    Teknologi ini sering memanfaatkan teknik multiplexing, untuk membawa beberapa sambungan logika sekaligus melalui satu jalur fisik yang sama.
          Sebelum melangkah lebih jauh, berikut ini gambaran yang akan membantu kita dalam memahami konsep suatu jaringan. Secara spesifik, teknologi LAN dapat dibeli dengan cara “dikemas dan dibawa pulang”, maksudnya yaitu ketika seorang pengguna membeli sebuah hub Ethernet atau Token Ring, bersama sejumlah kabel dan adapter untuk PC-PC-nya, dan ia bebas melakukan apapun terhadap piranti ini sesuai dengan keinginannya. Lain halnya dengan WAN, teknologi WAN hanya dapat diperoleh dengan jalan menyewa fasilitas penyedia layanan, di mana seorang pengguna harus membayar biaya berlangganan bulanan, ditambah biaya pemakaian yang bergantung pada jumlah trafik yang dikirimkan melalui fasilitas tersebut. Nah, melalui gambaran tersebut, setidaknya kita memiliki pola pemikiran yang searah, sehingga akan memudahkan kita untuk memahami konsep jaringan.

C. WIDE AREA NETWORK (WAN)

         Wide Area Network atau Jaringan Skala Luas saat ini menjadi suatu istilah yang tidak asing lagi terutama bagi solusi IT bagi sebuah perusahaan bisnis dan institusi. Perkembangan teknologi informasi saat ini telah sampai pada era Broadband. Berbeda dengan era sebelumnya, dimana akses Internet, bukan saja lambat, kapasitasnya juga relatif kecil, sehingga berbagai konten yang berkembang juga masih terbatas. Namun, di era broadband, yang justru akan banyakberkembang adalah aplikasi-aplikasi baru yang membutuhkan bandwidth yang besar (new bandwidth-intensive applications), seperti video dan music-on-demand, multi-player online games, voice dan video communications, serta online shopping and learning. Layanan-layanan yang sebelumnya sulit berkembang, diperkirakan akan mendapatkan momentum baru perkembangannya ke depan.

         Saat ini kebutuhan bisnis (banking, retailed, manufacture, services, dan lain-lain) serta institusi akan solusi dari komunikasi data ini cenderung meningkat, apalagi dengan banyaknya perusahaan mempunyai cabang di banyak tempat yang terpisah oleh jarak dan letak secara geografis. Kebutuhan komunikasi ini biasanya digunakan untuk transfer data, sinkronisasi database, integrasi data / informasi, kebutuhan komunikasi suara menggunakan VoIP, Teleconference untuk keperluaan meeting secara virtual sampai dengan integrasi sistem dengan menggunakan teknologi ERP/CRM/ Supply Chain. Komunikasi data dan informasi ini sering disebut sebagai WAN (Wide Area Network) atau jaringan skala luas.
         Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain dan antar benua.
Sebagai contoh jaringan komputer kantor City Bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara lain, yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus yang tersebar diseluruh dunia dan lain-lain.

Skema Jaringan WAN
Biasanya  WAN  lebih  rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global seperti internet, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.

Wide Area Network

Cara menghubungkan komputer dalam jarak jauh ini biasanya menggunakan modem dial up, sirkuit frame relay, sirkuit ATM, sirkuit ISDN, atau lease line 56k. Frame relay menjadi protokol aplikasi WAN yang paling ekonomis untuk transfer data dengan jarak jauh.

 Karakteristik dari WAN:
•    Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas.
•    Menggunakan jalur layanan umum, misalnya perusahaan telekomunikasi. PT. Telkom, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan lain-lain untuk membentuk jaringan di dalan area geografik tersebut.
•    Menggunakan koneksi serial untuk akses bandwidth di seluruh area geografik tersebut.

         WAN berbeda dengan LAN. Tidak seperti LAN yang menghubungkan workstation-workstation, peralatan, terminal dan peralatan lain dalan suatu gedung, WAN menghubungkan data dalam suatu area geografik yang luas. Perusahaan yang menggunakan WAN dapat melakukan koneksi antara kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya yang berada di tempat yang jauh.
         Kriteria utama dalam memilih sebuah WAN adalah biaya dan kehandalan. Semua perusahaan penyedia utama dari pelayanan jaringan publik dan pribadi menawarkan fasilitas berkecepatan tinggi yang mempunyai lingkup luas dengan harga yang sangat bersaing. Perusahaan penyedia jaringan publik memiliki empat pilihan utama:
1.    Menggunakan jaringan publik, yang paling menawarkan fleksibilitas dari segi perancanaan, karena perusahaan hanya perlu membayar dari yang mereka pakai dan memiliki akses ke suatu sumber nasional yang berskala besar.
2.    Membuat kontrak dengan sebuah perusahaan transmisi untuk sebuah jaringan saluran pribadi yang disewakan dengan memberikan jaminan.
3.    Membuat kontrak untuk suatu jaringan peribadi virtual, sebuah varian dari jaringan pribadi yang secara teknis canggih, dengan menyediakan fleksibilitas yang lebih besar dalam penetapan harga dan membutuhkan modal investasi yang lebih kecil
4.    Menginstal sebuah jaringan pribadi VSAT yang memanfaatkan transmisi satelit untuk menghubungkan ratusan bahkan ribuan antena stasiun bumi yang berukuran kecil.


D. TOPOLOGI JARINGAN WAN
         Hal pertama yang harus dilakukan ketika merancang jaringan WAN adalah memetakan topologi WAN dan desain jenis koneksi yang akan digunakan. WAN harus berorientasi jaringan (ISDN, T1, dan sebagainya) atau dibangun di seluruh jaringan publik packet-switching (frame relay, ATM, Internet).
       Membuat jaringan WAN privat lebih mahal daripada packet-switch WAN, tetapi memberikan privasi penuh dan bandwidth berdedikasi. Dalam beberapa kasus, jaringan leased lines berdedikasi adalah satu-satunya cara untuk memperoleh layanan berdedikasi dan kebutuhan bandwith. Gambar WAN di samping menunjukkan berbagai topologi WAN.  Perhatikan bahwa topologi WAN bertipe: star, ring, dan fully meshed dihubungkan dengan sirkuit yang dibangun, sementara jaringan paket switched dibangun oleh leasing jarak pendek berbaris  ke PoP (point of presence).
        Membuat  jaringan WAN membutuhkan biaya yang sangat mahal,  maka dicari alternatif lain yaitu dengan model koneksi jaringan internet. Dan beberapa WAN privat telah digantikan internet di beberapa organisasi, sebagai gantinya penggunaan firewall VPN (Virtual Private Network) dan sistem keamanan jaringan komputer yang ketat kini lambat laun jaringan WAN mulai tergeser.

E. INFRASTRUKTUR DAN KOMPONEN PEMBENTUK WAN

       WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program aplikasi. Untuk memudahkan pemahaman kita sebut saja mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan  dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.
        Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut  juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan  bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya. Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti  ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermediate system, data switching exchange dan sebagainya.

Ilustrasi Hubungan antara host-host dengan subnet

       Sebagai istilah generik bagi komputer switching, kita akan menggunakan istilah router. Tapi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus dalam penggunaan terminologi ini. Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar diatas setiap host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam beberapa keadaan tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah router. Kumpulan saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk subnet.
Istilah subnet sangat penting, tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan router-router dan saluran-saluran komunikasi yang memindahkan paket dari host-host tujuan. Akan tatapi, beberapa tahun kemudian subnet mendapatkan arti lainnya sehubungan dengan pengalamatan jaringan.
       Pada sebagian besar WAN, jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang sama akan melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak langsung melalui router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan kemudian baru bisa diteruskan.
         Seperti LAN (Local Area Network), Terdapat sejumlah perangkat yang melewatkan aliraninformasi data dalam sebuah WAN. Penggabungan perangkat tersebut akan menciptakan infrastruktur WAN. Perangkat-perangkat tersebut adalah :
•    Router
•    ATM Switch
•    Modem and CSU/DSU
•    Communication Server
•    Multiplexer
•    X.25/Frame Relay Switches

Router
Router adalah peningkatan kemampuan dari bridge. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah.

Switch ATM
Switch ATM menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN.

Modem (modulator / demodulator)
Modem mengkonversi sinyal digital dan analog. Pada pengirim, modem mengkonversi sinyal digital ke dalam bentuk yang sesuai dengan teknologi transmisi untuk dilewatkan melalui fasilitas komunikas analog atau jaringan telepon (public telephone line). Di sisi penerima, modem mengkonversi sinyal ke format digital kembali.

CSU/DSU (Channel Service Unit / Data Service Unit)
CSU/DSU sama seperti modem, hanya saja CSU/DSU mengirim data dalam format digital melalui jaringan telephone digital. CSU/DSU biasanya berupa kotak fisik yang merupakan dua unit yang terpisah : CSU atau DSU.

Multiplexer
Sebuah Multiplexer mentransmisikan gabungan beberapa sinyal melalui sebuah sirkit (circuit). Multiplexer dapat mentransfer beberapa data secara simultan (terus-menerus), seperti video, sound, text, dan lain-lain.

Communication Server
Communication Server adalah server khusus dial in/out bagi pengguna untuk dapatmelakukan dial dari lokasi remote sehingga dapat terhubung ke LAN.

Switch X.25 / Frame Relay
Switch X.25 dan Frame Relay menghubungkan data lokal/private melalui jaringan data, mengunakan sinyal digital. Unit ini sama dengan switch ATM, tetapi kecepatan transfer
datanya lebih rendah dibanding dengan ATM.


F. BEBERAPA PROTOKOL WAN

       Protokol merupakan aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk di dalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.
Saat ini terdapat beberapa protocol WAN untuk menyediakan mekanisme komunikasi pengiraman data melalui jaringan WAN atau jaringan public.

•    Protocol HDLC (High Level Data Link Control), merupakan suatu protocol WAN yang bekerja pada data link layer dimana HDLC protocol untuk menetapkan metode enkapsulasi packet data pada synchronous Serial.HDLC keluaran ISO memiliki kelemahan yakni masih bersifat Singelprotocol yang berarti hanya untuk komunokasi pada satu protocol, sedangkan untuk HDLC keluaran CISCO multiprotocol dimana dapat melakukan komunikasi data dengan banyak protocol ( misal IP, IPX dsb) dan protocol yang terdapat pada layer tiga secara simultan.

•    Point to Point (PPP) protocol pada data link yang dapat digunakan untuk komunikasi Asynchronous Serial maupun Synchronous Serial. PPP dapat melakukan authentikasi dan bersifat multiprotocol. Protocol ini merupakan pengembangan dari protocol SLIP (Serial Line Inteface Protocol) yaitu suatu protocol standart yang menggunakan protocol TCP/IP.

•    X.25 Protokol merupakan protokol standar yang mendefinisikan hubungan antara sebuah terminal dengan jaringan Packet Switching. Untuk protokol ini dibuat untuk komunikasi data secara analog yang berarti proses pengiriman data harus mengikuti algoritma – algoritma yang ada pada Protocol X.25. Protocol ini melakukan suatu koneksi dengan membuat suatu Circuit Virtual dimana suatu jalur khusus pada jaringan public yang dipakai untuk komunikasi data antar protocol X.25

•    Frame Relay protocol untuk pengiriiman data pada jaringan public. Sama hal nya dengan protocol x.25, Frame Relay juga memakai Circuit Virtual sebagai jalur komunikasi data khusus akan tetapi frame Relay masih lebih baik dari X.25 dengan berbagai kelengkapan yang ada pada Protocol Frame Relay. Encapsulasi packet pada Frame Relay menggunakan identitas koneksi yang disebut sebagai DLCI ( Data Link Connection Identifier ) yang mana pembuatan jalur Virtual Circuit akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antara komputer pelanggan dengan Switch atau router sebagai node Frame relay.

•    ISDN (Integrated Services Digital Network) suatu layanan digital yang berjalan melalui jaringan telepon.ISDN juga protocol komunikasi data yang dapat membawa packet data baik dalam bentuk text, gambar, suara, video secara simultan.Protocol ISDN beroperasi pada bagian physical, data link, dan network.

       Perkembangan teknologi untuk protocol WAN sekarang  ini begitu pesat. Standard untuk protocol jaringan seperti OSI (Open Systems Interconnection) dan CISCO mengeluarkan berbagai produk dengan keunggulan masing-masing. Sangat disayangkan kalau kita ketinggalan informasi ini.


G. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN JARINGAN WAN

       WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

Kelebihan dari WAN :
•    Bisa diakses dengan jangkauan area grografis yang luas sehingga berbisnis dengan jarak jauh dapat terhubung dengan jaringan ini
•    Dapat berbagi (share) software dan resources dengan koneksi workstations.
•    Pesan dapat dikirim dengan sangat cepat kepada orang lain pada jaringan ini (bisa berupa gambar, suara, atau data yang disertakan dengan suatu lampiran).
•    Hal-hal yang mahal (seperti printer atau saluran telepon ke internet) dapat dibagi oleh semua komputer pada jaringan ini tanpa harus membeli perangkat yang berbeda untuk setiap komputernya.
•    Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama. hal ini untuk menghindari masalah dimana beberapa pengguna mungkin memiliki informasi lebih tua daripada yang lain.
•    Berbagi informasi/file (share) melalui area yang lebih besar
•    Besar jaringan penutup.

Kelemahan WAN :
•    Biaya operasional mahal dan umumnya lambat
•    Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini
•    Menyiapkan jaringan bisa menjadi pengalaman yang sangat mahal dan rumit. Semakin besar jaringan semakin mahal harganya.
•    Keamanan merupakan masalah yang paling nyata ketika orang yang berbeda memiliki kemampuan untuk menggunakan informasi dari komputer lain. Perlindungan terhadap hacker dan virus menambah kompleksitas lebih dan membutuhkan biaya.
•    Setelah diatur, memelihara jaringan adalah pekerjaan penuh waktu (full time) yang membutuhkan jaringan pengawas dan teknisi untuk dipekerjakan.
•    Informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal atau kepentingan.
•    Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.


H. IMPLEMENTASI JARINGAN WAN DI INDONESIA BESERTA CONTOHNYA

      Hal yang membedakan antara jaringan LAN dengan WAN adalah perusahaan layanan Telekomunikasi yang menyediakan ISP. Oleh karena jaringan WAN dibangun dan disediakan oleh pihak ketiga dalam hal ini perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, ISP.
Dengan banyaknya solusi-solusi dari vendor-vendor perangkat lunak seperti Oracle, SAP, JDEdward, Microsoft net, dan sebagainnya untuk solusi sistem informasi yang mengintegrasikan semua terminal komputer pegawainya baik yang berada di kantor atau yang mobile/telecommuters ke database utamanya, memerlukan konektifitas jaringan tulang punggung (backbone) yang handal. WAN atau jaringan skala luas yang menjadi solusi untuk infrastruktur komunikasi data tersebut, ada banyak solusi dari teknologi WAN baik yang berbasis Circuit Switching atau Packet Switching yang ditawarkan oleh para penyedia jasa telekomunikasi (telco).
        Sebut saja solusi Very Small Apperture Terminal (VSAT), Leased Channel (LC), ADSL, Multi Protocol Labeling Switching (MPLS), Frame Relay dan sebagainya yang merupakan solusi yang ditawarkan telco. Di Indonesia ada banyak provider telco besar yang menawarkan solusi WAN untuk coverage wilayah Indonesia, sebut saja TELKOM dengan DynaAccessnya, Indosat dengan Metro-e nya, XL dengan Businees Solutions, dan Lintas Arta dengan solusi network datanya. Ada banyak solusi yang bisa digunakan untuk komunikasi data pada jaringan skala luas, saat ini terdapat beberapa solusi komunikasi data yang ditawarkan oleh telco provider. WAN adalah jaringan komunikasi yang meliputi area geografis yang luas dan biasanya menggunakan fasilitas dari transmisi provider, seperti perusahaan telepon atau lainnya. Dalam jaringan WAN sangat sensitif dengan masalah lebar pita (bandwidth), para penyedia jasa biasanya menentukan biaya sewa dari layanan dan bandwidth yang digunakan.

Berikut ini beberapa contoh  pengguna jaringan WAN di Indonesia, yakni:

1.    Jaringan WAN Pada PT. Adira Dinamika Multi Finance

      PT. Adira Dinamika Multi Finance memiliki sistem informasi yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu : digunakan untuk kebutuhan operasional bisnis dan untuk kebutuhan internal perusahaan. Sistem informasi yang digunakan untuk kebutuhan bisnis antara lain : sistem Ad1Sys (Core System), sistem MS2 (Sistem Surveyor Online), sistem Gapura (pembayaran online), sistem custodian,dll. Sedangkan yang digunakan untuk kebutuhan internal antara lain : sistem Ad1Suites (sistem intranet), sistem Service Desk (sistem penanganan masalah IT), sistem Ad1Flow (sistem workflow), sistem FAMS (sistem manajemen aset), dll. Sistem informasi tersebut terkoneksi dengan jaringan komputer WAN milik PT. Adira Dinamika Multi Finance menggunakan sistem VPN, dimana setiap kantor cabang terhubung ke kantor pusat menggunakan teknologi VPN.

      Topologi jaringan yang digunakan pada PT. Adira Dinamika Multi Finance agar dapat berkomunkasi dengan kantor cabang, Regional Office (RO) ataupun dengan Pose (turunan dari RO), dimana setiap cabang atau RO telah menggunakan layanan VPN MPLS dari beberapa Internet Service Provider (ISP), seperti : Telkom, Icon+ (anak perusahaan PLN), XL dan ada juga yang menggunakan teknologi VSAT dari Sanatel, dengan bandwith yang beragam (tergantung dari kebutuhan dilokasi). Misalnya untuk cabang biasanya menggunakan 256 Kbps sampai dengan 512 Kbps, dan untuk Regional Office (RO) biasanya menggunakan bandwith 64 Kbps sampai dengan 128 Kbps, dan untuk Poc atau Pose sendiri hanya menggunakan layanan VPN Dial dengan otentikasi yang ada di Server Radius dengan mendaftarkan user yang akan menggunakan layanan VPN Dial ini, dengan kecepatan 56 Kbps (walaupun rata-ratanya adalah hanya 30 - 45 Kbps). 512 Kbps, dan untuk Regional Office (RO) biasanya menggunakan bandwith 64 Kbps sampai dengan 128 Kbps, dan untuk Poc atau Pose sendiri hanya menggunakan layanan VPN Dial dengan otentikasi yang ada di Server Radius dengan mendaftarkan user yang akanmenggunakan layanan VPN Dial ini, dengan kecepatan 56 Kbps (walaupun rata-ratanya adalah hanya 30 - 45 Kbps).

Akses VPN Dial pada PT. Adira Dinamika Multi Finance

          Sistem keamanan jaringan komputer yang diterapkan pada PT. Adira Dinamika Multi Finance saat ini sudah sangat bagus, karena kompleksitas sistem jaringan enterprise, membuat keamanan yang diterapkan benar-benar harus diperhitungkan dengan sangat detail. Pada kantor pusat atau Data Centre terdapat dua buah firewall yang mengatur akses ke dalam dan keluar sistem intranet, dimana untuk mengatur akses dari luar segment server tapi masih dalam lingkup intranet, PT. Adira Dinamika Multi Finance mengggunakan firewall tipe Juniper ISG 2000 yang difungsikan untuk firewall Internal F-Tier2.

2.    Jaringan WAN Pada Bina Sarana Informatika (BSI)

          Pada gambar tersebut dapat kita perhatikan bahwa setiap kampus BSI terhubung secara langsung menggunakan jaringan VPN IP MPLS milik Telkom agar dapat saling terkoneksi dengan kampus BSI Menara Salemba yang dalam hal ini difungsikan sebagai sisi backhole (pusat interkoneksi jaringan di Kampus BSI).
          Pemanfaatan jaringan VPN tersebut dapat dimanfaat kan untuk kebutuhan-kebutuhan internal BSI seperti pembangunan intranet yang dapat membuat suatu sisten informasi online berbasis web, komunikasi data maupun suara menggunkan Instant Messenger (Net Meeting, Office Communicator / Live Communication System, dll), sharing resource (file, software dan hardware), bahkan sampai dengan pemanfaatan komunikasi menggunakan teknologi Voice Over Internet Protocol (VoIP).
          Sedangkan untuk menghubungkan seluruh jaringan komputer di Kampus BSI ke jaringan global (internet), seluruh Kampus BSI dapat terkoneksi melalui jalur Leased Line dengan bandwidth sebesar 2.048 Kbps yang terdapat pada Kampus BSI Menara Salemba (Backhole) yang sudah terhubung ke jalur internet menggunakan ASTINet dari Telkom.

3.    Infrastruktur Jaringan Intranet Departemen Perhubungan Tahun 2007

         Pada tahun 2007 Pusat data dan informasi sudah mengembangkan infrastruktur jaringannya ke 4 (empat) lokasi menggunakan teknologi IP CCTV Video Survielance Network, dapat dilihat pada gambar diatas jaringan WAN yang sudah diintegrasikan ke jaringan datacenter Departemen Perhubungan, akses CCTV dari Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Penyeberangan Merak dan Stasiun Gambir pun sudah dapat ditampilkan dalam jaringan intranet Departemen Perhubungan, disamping itu dengan infrastruktur yang ada dapat juga dimanfaatkan
untuk implementasi IP Telephony via kabel data. Beberapa hal yang sudah dilakukan pada tahun2007 ini meliputi:
•    Prototyping Video on data.
•    Prototyping IP Telephony.
•    Backup Redundant CORE.
•    Perluasan coverage area network di kantorPusat.
•    Ruang Information Center.

4.    Jaringan WAN pada Badan INFOKOM Kota Bekasi

          Melalui pengembangan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Kependudukan (SIAK) yang sedang dikembangkan dan dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil , 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat terhubung dengan menggunakan media wireless. Sehingga dengan telah terbentuknya Dinas Kominfo, jaringan SIAK yang berbasis wireless ini dapat terintegrasikan pada sistem jaringan yang sedang dan akan dikembangkan. Untuk jaringan internet, SKPD yang telah terhubung ke jaringan komputer Kabupaten Bekasi di Kompleks Pemerintahan telah mempunyai akses internet dengan bandwidth 1Mb (pertengahan 2010 dinaikkan menjadi 2 Mb).
          Selain itu di beberapa SKPD telah terpasang hot-spot untuk akses internet tersebut. Direncanakan pada pertengahan tahun 2010 ini, lantai dasar gedung Kantor Bupati akan menjadi area hot-spot yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan. Pengembangan infrastruktur jaringan kedepan, Diskominfo merencanakan tetap akan mengembangkan jaringan antar gedung dengan menggunakan media FO (fiber-optic), dengan pertimbangan faktor keamanan dan kestabilan jaringan, karena digunakan juga oleh Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMKEUDA) yang membutuhkan pengamanan ekstra, sehingga meminimalisir para hacker, maupun ketergantungan terhadap cuaca apabila menggunakan media wireless.

5.    Koneksi Nasional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

          Gambar tersebut menunjukkan persebaran Koneksi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Koneksi tersebut tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Batam, Palembang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, Pontianak, dll dengan MPLS-nya sebesar 128Kbps tiap daerah.


DAFTAR REFERENSI

Febrian, Jack. 2002. Kamus Komputer dan Istilah Teknologi Informasi. Bandung:
Informatika.

Kadir, Abdul. 2005. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.

Keen, Peter G.W. 2000. Kamus Istilah Teknologi Informasi bagi Manajer.
Yogyakarta: Andi.

Majalah Wibawa Mukti Edisi 1 Tahun 2010. (Di download melalui
http://www.scribd.com/mobile/documents/31933742/  pada tanggal 2
Februari 2012).

Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai. 2011. Keterampilan Pertukaran Data dan
Elektronik. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia. ( Di
download melalui http://www.scribd.com/mobile/documents/80309748/
pada tanggal 3 Februari 2012).

Perangkat Jaringan WAN. (Di download melalui
www.scribd.com/mobile/documents/22137426/ pada tanggal 2 Februari
2012).

Purnomo, Herry. 2005. Pengenalan Informatika Perspektif Teknik dan
Lingkungan. Yogyakarta: Andi.

Schaum. 2004. Schaum’s Outline: Computer Networking (Jaringan Komputer).
Jakarta: Penerbit Erlangga.

Stallings, William. 2007. Komunikasi dan Jaringan Nirkabel. Jakarta: Penerbit
Erlangga.

Stallings, William. 2002. Komunikasi Data dan Komputer: Jaringan komputer.
Jakarta: Salemba Teknika.

Stiwan, Deris. Solusi Virtual Private Network sebagai alternatif jaringan Skala
Luas (WAN). (Di download melalui
http://deris.unsri.ac.id/materi/jarkom/alternatif_VPN_WAN.pdf pada
tanggal 3 Februari 2012).

Sub Bidang Perangkat Keras. 2008. Panduan Infrastruktur Jaringan Komputer
dan Komunikasi Data Departemen Perhubungan. (Di download melalui
http://118.97.61.233/pusdatin/images/stories/panduan_infrastruktur08
pdf pada tanggal 4 Februari 2012).

Sutedjo, Budi. 2003. Kamus ++ Jaringan Komputer. Yogyakarta: Andi

Wahyudi, Mochamad. Implementasi Wide Area Network Menggunakan Teknologi
VPN Berbasiskan IP Multi Protocol Label Switching (MPLS): Studi Kasuus
pada Kampus Bina Sarana Informatika. (Di download melalui
http://www.wahyudi.or.id/download/wan_bsi.pdf pada tanggal 2 Februari
2012).

Wahyudi, Mochamad dan Ferry Lesmana. Kajian Implementasi Jaringan
Komputer Wide Area Network (WAN) pada P.T. Adira Dinamika Multi
Finance. (Di download melalui http://kuliah.imm.web.id/arsitektur
komputer/Data-center/contoh_kasus_Implemantasi_data_center.pdf
pada tanggal 1 Februari 2012).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar